Penerjemah bahasa ialah seseorang yang menguasai lebih dari satu bahasa dan mampu menterjemahkan dari satu bahasa ke bahasa lainnya secara profesional. Ada dua tipe penerjemah bahasa: secara lisan dan tulisan. Bahasa yang akan diterjemahkan disebut sebagai bahasa asli (original) dan bahasa setelah diterjemah disebut sebagai bahasa tujuan. Para penerjemah bahasa tidak semata-mata menerjemahkan kata demi kata melainkan harus menimbang berbagai faktor dan melihat keseluruhan artikel terlebih dahulu untuk mengetahui arti sebenarnya dari kata atau artikel tersebut. Ada berbagai asosiasi dan sertifikat para penerjemah bahasa.
Di dalam bahasa Inggris, orang membedakan terjemahan dalam bahasa tulis, yang disebutnya translation, dan terjemahan lisan yang dikenal dengan interpretation. Di dalam bahasa Indonesia kita tidak membawa makna spesifik untuk terjemahan lisan, pas itu dalam bahasa Inggris kita mengenalnya bersama istilah interpretation.
Dilihat secara sekilas, interpretasi dan terjemahan nyaris sama. Yang berlainan adalah fasilitas yang digunakan. Dalam terjemahan, fasilitas yang digunakan adalah teks tulis, tetapi dalam interpretasi fasilitas yang digunakan adalah wacana lisan. Latihan, keterampilan, dan bakat yang diperlukan dalam ke dua bidang ini berlainan lumayan jauh. Salah satu keterampilan utama yang dituntut dari seorang penerjemah adalah kemampuan menulis atau mengungkap gagasan dalam bahasa sasaran secara tertulis. Jadi, barangkali saja seorang penerjemah yang baik tidak bisa bicara bersama baik dalam bahasa sasaran atau bahasa sumber. Kemampuan lainnya yang dituntut dari seorang penerjemah adalah kemampuan menyadari bahasa dan budaya dari teks bahasa sumber dan juga kemampuan gunakan kamus dan referensi lainnya. Penerjemahannya pun bisa dilaksanakan dimana saja dan kapan saja, bersama bantuan kamus atau apalagi bersama bantuan teman.
Di lain pihak, seorang interpreter harus bisa mengalihkan isi informasi dari bahasa sumber ke bahasa sasaran tanpa gunakan kamus atau bahan referensi lain secara langsung. Tempatnya pun udah ditentukan, sekiranya di area seminar atau konferensi. Ketrampilan yang diperlukan tidak hanya ketrampilan menyadari ujaran pembicara, tetapi termasuk ketrampilan di dalam membuat catatan dan mengungkap hasil pemahaman dan catatannya di dalam bahasa sasaran secara lisan. Seringkali seluruh aktivitas ini dilaksanakan pada pas yang bersamaan.
Recent Comments